<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Adi Wicaksono</title>
	<atom:link href="http://adiwicaksono.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiwicaksono.com</link>
	<description>the other side of the villiger</description>
	<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 11:55:06 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Teater di Zaman Tipografis</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/teaterpop-18.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/teaterpop-18.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 10:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[TEATER]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[ 
I
Duduk menonton televisi memang berbeda dengan membaca novel, cerita pendek, sajak, atau bahkan menyaksikan pementasan teater. Aktivitas membaca senantiasa mengandaikan suatu konsetrasi yang lebih soliter dan personal sementara tindakan menonton televisi lebih mirip dengan upaya untuk memasuki suatu kosmos rekaan dalam keserempakannya. Membaca adalah kegiatan yang lebih literer sedangkan menonton merupakan kegiatan tipografis-visual. Dan dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/teaterpop-18.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Merayakan Paradoks</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/nasionalisme-17.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/nasionalisme-17.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:54:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CULTURE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[ 
Istilah “nasionalisme” hari-hari ini memang lebih mudah diterima sebagai slogan ketimbang makna yang jelas dan nyata dalam hidup berbangsa dan bernegara. Apalagi ketika kepercayaan bahwa negara-bangsa adalah sejenis kesatuan utuh yang terikat oleh kerinduan untuk mempertautkan diri menjadi sebuah komunitas imajiner itu dianggap sudah tamat. Faktanya globalisasi telah mengaburkan batas-batas tradisional dari negara, budaya, komunitas [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/nasionalisme-17.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi, Jangan Lupakan Munir</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/munir-16.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/munir-16.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:50:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[POLITIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[
Barangkali ada benarnya ungkapan kuno yang mengatakan bahwa pahlawan itu tidak pernah dilahirkan melainkan “diciptakan”. Siapa pun maklum bahwa setiap masyarakat, budaya, atau negara-bangsa membutuhkan pahlawan sebagai simbol sekaligus wahana untuk mengukuhkan suatu sejarah yang dapat diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Pengukuhan sejarah tersebut tentu didasari oleh bermacam-macam preferensi dan kesepakatan kolektif yang terbentuk oleh kepentingan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/munir-16.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Laut</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/laut-15.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/laut-15.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PUISI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[I
Ketika berjalan menyusur dan terus menyusuri,
kita tahu bintang yang redup. Kemudian mayat-mayat:
kematian ada di mana-mana, pikir kita. Dan lebih redup
dari tenggelamnya matahari. Kadang kita dengar sendiri
suaranya perlahan, bagai hewan di rumah jagal.

Tapi kita ingat ayah kita berkata suatu hari,
“Aku mencintai laut. Tapi bukan karenanya
aku meninggalkan kalian. Aku ingin bersama-sama
nanti mati. Aku ingin kalian mengerti laut
yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/laut-15.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sekongkol</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/piala-eropa-2004-14.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/piala-eropa-2004-14.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SEPAK BOLA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[
Piala Eropa 2004 lalu telah melahirkan bintang-bintang baru, salah satu yang paling ngetop adalah Wayne Rooney. Dia disebut-sebut sebagai Paul “Gazza” Gascoine baru yang kehebatannya telah menenggelamkan sang pangeran, si superstar, David Beckham yang gagal mengeksekusi dua penalti. Sebagain pengamat mengatakan bahwa euforia publik Inggris terhadap Rooney bukan semata-mata didorong oleh ketakjuban mereka terhadap kejeniusan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/piala-eropa-2004-14.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Citra, Iklan, Perempuan</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/citra-iklan-perempuan-13.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/citra-iklan-perempuan-13.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 09:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[ADVERTISING]]></category>

		<category><![CDATA[iklan lama dan baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[
Tak dapat dimungkiri bahwa dewasa ini pasar telah mengalami ekspansi yang sangat signifikan hingga menyentuh aspek-aspek paling privat dari kehidupan manusia. Dari segi formal, hal itu merupakan implikasi langsung dari globalisasi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peri kehidupan hampir seluruh masyarakat modern. Globalisasi adalah bentuk perluasan pasar dalam arti material, yakni sebagai akibat [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/citra-iklan-perempuan-13.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Bali</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/duabali-12.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/duabali-12.php#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 12:39:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SENI RUPA]]></category>

		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<category><![CDATA[pameran seni rupa bali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[                Sekitar tahun 1990-an secara sambil lalu beberapa orang sering bertanya, kenapa karya-karya seniman Bali (yang saat itu sedang dan baru saja selesai belajar di ISI Jogja), cenderung bercorak nonrepresentasional? Secara sambil lalu pula pertanyaan itu biasanya berlanjut, kenapa seni representasional itu dengan serampangan disamakan dengan apa yang disebut [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/duabali-12.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>The Wounding Blockade</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/the-wounding-blockade-8.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/the-wounding-blockade-8.php#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 03:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[SENI RUPA]]></category>

		<category><![CDATA[Teguh Ostenrik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[To stand before Teguh Ostenrik’s sculptures and paintings from his deFACEment collection is to witness a set of figures or forms reassembling into human’s shapes and faces. These are not the realistic human figures, but abstractions of body and face. They are abstractions on account of their reference to representational art, which exploits every possibility [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/the-wounding-blockade-8.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Monyet Itu Baik-baik Saja</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/monyet-itu-baik-baik-saja-6.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/monyet-itu-baik-baik-saja-6.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 08:22:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FILM]]></category>

		<category><![CDATA[Djenar Maesa Ayu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[
Setelah dikenal sebagai penulis cerita pendek, kini Djenar Maesa Ayu muncul dengan film Mereka Bilang, Saya Monyet!
Bukan sebuah kebetulan jika dalam film debutnya ini, ia bercerita perihal kehidupan perempuan penulis pula. Tentu, Djenar tidak berkisah mengenai liku-liku karier kepenulisan, melainkan sejenis paradoks yang dialami oleh seorang perempuan muda kelas menengah kota Jakarta yang mengidap trauma [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/monyet-itu-baik-baik-saja-6.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Potret Sunyi Sang Juru Foto</title>
		<link>http://adiwicaksono.com/potret-sunyi-sang-juru-foto-5.php</link>
		<comments>http://adiwicaksono.com/potret-sunyi-sang-juru-foto-5.php#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jul 2007 08:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiwicaksono</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[FILM]]></category>

		<category><![CDATA[Nan Achnas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiwicaksono.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[
Cukup lama tidak muncul film Indonesia yang enak ditonton, tapi berisi dan memiliki kedalaman. Film The Photograph karya Nan Achnas yang sedang diputar di beberapa bioskop hari-hari ini telah mengisi kekosongan itu.
Bobot film ini sudah tampak dari sederet grant yang dimenangi selama proses pengembangan skenario maupun produksinya: Prince Claus Fund (Cinemart), Göteborg Film Fund, Fond [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://adiwicaksono.com/potret-sunyi-sang-juru-foto-5.php/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
